Investasi

Tertarik Untuk Investasi Hotel Di Bali, Simak Dulu Info Berikut

Spread the love

Tertarik Untuk Investasi Hotel Di Bali, Simak Dulu Info Berikut

Setiap tahunnya, Bali dikunjungi sekitar 4 juta turis.

Meskipun terdampak pandemi Covid-19, potensi pariwisata di Bali diyakini masih tinggi.

Dengan keindahan alamnya yang mempesona serta tradisi dan budaya yang kaya, Bali mampu menarik kembali para turis dengan cepat setelah pandemi.

Saat ini jalanan di pusat-pusat wisata di Bali sudah mulai macet.

Meningkatnya pariwisata di Bali tentu sangat menarik bagi pebisnis atau investor untuk menggunakan peluang ini.

Bisnis perhotelan menawarkan banyak keuntungan rutin.

Keuntungan investasi hotel juga lebih besar dibandingkan dengan reksadana atau deposito, berkisar 8-13% per tahun,.

Namun, modal awalnya juga relatif lebih besar.

Menjalankan bisnis hotel juga tidak selalu mudah, semua tergantung bagaimana kamu mengatur dan mempertahankannya.

Bagi kamu yang tertarik untuk investasi hotel di Bali, yuk simak dulu keuntungannya.

Nilai Propertinya Selalu Naik

Pada dasarnya, bisnis hotel adalah bisnis properti.

Nilai properti selalu naik setiap tahunnya, terlebih lagi jika terawat dan diperuntukkan untuk menghasilkan uang kembali seperti hotel.

Keuntungan Operasional

Investasi perhotelan adalah investasi jangka panjang, karena ROI (return of investment) investasi hotel umumnya berkisar 5-10 tahun, atau lebih dari itu.

Dapat Menginap Gratis

Sebagai investor, kamu dapat dibilang pemilik hotel tersebut dan dapat memanfaatkan fasilitas hotel seperti menginap.

Dari jenis pengelolaannya, terdapat 2 jenis pengelolaan hotel, yaitu swakelola dan membeli franchise.

Kedua jenis pengelolaan ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Tapi pertama-pertama mari kita bahas perbedaannya dulu.

Swakelola

Sistem pengelolaan swakelola berarti kamu membangun sendiri brand hotelmu dari awal.

Keuntungan sistem ini adalah kamu tidak perlu membayar biaya franchise dan biaya manajemen, kamu juga tidak perlu berkonsultasi dengan pemberi franchise karena kamu merupakan pengelola utama hotel tersebut.

Namun kekurangannya dengan sistem swakelola adalah biasanya dikelola oleh keluarga dan umumnya belum profesional, pengembangan dan pengaturan karyawan juga belum terstruktur.

Selain itu, karena umumnya pengelola benar-benar belajar dari pengalaman, kemungkinan besar pendapatan hotel belum optimal karena marketing yang belum terorganisir dengan baik juga.

Masalah perpajakan dan audit juga masih lemah.

Membeli Franchise Hotel

Dengan membeli franchise hotel, hotelmu akan memiliki brand dari franchisor.

Dengan sistem pengelolaan ini, kelebihannya adalah manajemen yang sudah terstruktur sehingga kegiatan operasional hotel akan lebih professional.

Selain itu, karena nama hotelnya sudah dikenal luas, orang akan lebih yakin untuk menginap di hotelmu.

Mengenai perhitungan pajaknya juga sudah dilakukan oleh ahlinya.

Sementara untuk kekurangannya adalah, kamu perlu membayar biaya franchise dan harus mengikuti manajemen franchisor.

Setelah kamu memahami jenis pengelolaan hotel, jangan buru-buru dulu untuk investasi.

Kamu perlu melakukan perencanaan panjang untuk menghindari berbagai kesalahan yang mungkin terjadi.

Berikut hal-hal yang perlu kamu perhatikan:

Tetapkan Modal Awal

Untuk berinvestasi hotel tentunya diperlukan modal yang besar, terlebih lagi di daerah yang memang destinasi wisata seperti Bali.

Namun bukan berarti kamu harus menyiapkan keseluruhan modalnya, bisa saja sebagian menggunakan uangmu dan sebagian kamu bisa meminjam dari bank.

Pilihlah Lokasi Yang Strategis

Agar banyak wisatawan yang menginap, tentunya hotelmu harus berada di lokasi yang strategis.

Posisikanlah dirimu sebagai calon penginap.

Akses hotel harus mudah dijangkau dan dekat dengan fasilitas umum serta layanan kesehatan.

Tempat-tempat strategis di Bali berada di daerah Kuta, Seminyak, Canggu, Ubud, daerah selatan seperti Uluwatu juga sudah mulai ramai wisatawan saat ini.

Namun daerah Denpasar cukup jarang tempat wisata, hanya di daerah Sanur.

Meskipun ibukota Provinsi Bali, jadi jika diperuntukan untuk menyasar wisatawan, Denpasar bukanlah daerah yang tepat.

Buat Studi Kelayakan

Dari studi kelayakan ini, kamu dapat menentukan berapa kamar yang harus dibangun, fasilitas apa saja yang akan ada di hotelmu, kira-kira besar keuntungan dan dalam waktu berapa lama keuntungan tersebut akan didapatkan.

Studi kelayakan ini akan memberikan gambaran prospek bisnis hotel yang akan kamu jalankan.

Izin Bangunan, Kontraktor, Dan Pengawas

Untuk dapat mendirikan hotel kamu perlu mendapat izin dari berbagai Lembaga terkait.

Salah satunya yaitu Surat Izin Mendirikan Bangunan yang sudah dibarengi dengan gambar dari arsitek.

Jika desain bangunan sudah selesai dan sudah mendapatkan surat IMB, langkah selanjutnya adalah menentukan kontraktor.

Selain itu kamu juga perlu menghubungi Konsultan Pengawas yang nantinya akan mengawasi pembangunan hotelmu.

Nah itu tadi hal-hal yang perlu kamu perhatikan sebelum memulai investasi hotel, namun apapun bisnisnya jangan langsung dilepaskan ke pihak yang ahli di bidangnya, kamu sebagai pemilik harus tetap mengawasi juga.


Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven − 5 =