Ini Alasan Kenapa Cincin Pernikahan Dipakai Di Tangan Kiri

Spread the love

Ini Alasan Kenapa Cincin Pernikahan Dipakai Di Tangan Kiri

“Cincin pernikahan di jari apa?”

Sebagian besar orang sudah tahu jawabannya sejak masih kecil.

Sangat umum bagi kebanyakan orang, terutama di Amerika Serikat, untuk memakai cincin pernikahan mereka di jari manis kiri.

Tapi mengapa cincin pernikahan dipakai di “jari manis” di tempat pertama?

Dan apakah calon pengantin benar-benar harus melakukannya?

Apa Itu Jari Cincin?

Dalam banyak budaya Barat, jari manis ditetapkan sebagai jari keempat di tangan kiri.

Tradisi memakai cincin pernikahan di jari ini berawal dari kepercayaan bahwa jari ini memiliki pembuluh darah yang mengalir langsung ke jantung.

Secara historis, cincin pernikahan telah didokumentasikan untuk dikenakan di setiap jari, bahkan ibu jari.

Saat ini, cincin pernikahan paling sering dipakai di jari keempat tangan kiri.

Tetapi beberapa negara termasuk India, Jerman, Spanyol, Norwegia, dan Rusia secara tradisional memakai cincin pernikahan di tangan kanan mereka.

Secara keseluruhan, tradisi dan norma budaya menjadi standar bagi kebiasaan ini.

Sejarah dan Arti Jari Manis

Tradisi dan simbolisme jari manis dapat ditelusuri kembali ke zaman kuno.

Menurut legenda, diyakini jari manis memiliki pembuluh darah yang terhubung langsung ke jantung, sehingga hati kekasih akan terhubung dengan cincin mereka.

Orang Romawi awal menyebut ini Vena Amoris , atau urat cinta.

Jadi, untuk memperkuat persatuan yang didirikan dalam cinta, sebuah cincin ditempatkan di jari khusus itu untuk menandakan romansa yang dibagikan oleh pasangan yang baru menikah itu, yang pada dasarnya menghubungkan dua hati mereka.

Sayangnya, pemahaman anatomi modern menunjukkan bahwa semua jari memiliki koneksi vena ke jantung dan tidak ada vena tunggal seperti itu, menghancurkan simbolisme yang menggemaskan.

Namun tradisi masih berlaku bagi banyak pasangan yang menunjuk jari manis tangan kiri mereka untuk menandakan komitmen mereka satu sama lain.

Bagaimana dengan kamu?


Spread the love